ANTAR-JEMPUT DAHAK, UPAYA MENINGKATKAN PENEMUAN TERDUGA DAN KASUS TBC BARU

Kegiatan utama kader TBC Komunitas SSR MSI Kab. Brebes adalah melakukan penjaringan kepada orang-orang yang telah/sering berhubungan/melakukan kontak langsung/erat dengan pasien TBC untuk menemukan orang terduga TBC dan kasus baru TBC. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam bentuk Investigasi Kontak dan Penyuluhan (Investigasi Kontak Non Rumah Tangga). Tindak lanjut dari dua kegiatan tersebut adalah ditemukannya orang terduga TBC yang kemudian bersedia untuk memeriksakan dahaknya ke Fasyankes, namun demikian permasalahan akan mulai muncul Ketika Orang terduga TBC menolak mendatangi Fasyankes secara langsung dikarenakan jarak yang jauh, pekerjaan, faktor transportasi dan hal-hal lain.

SSR TBC MSI Kab. Brebes dan Kader TBC Komunitas SSR MSI kab. Brebes melakukan sebuah metode “Antar-Jemput dahak” yang merupakan sebuah kegiatan lanjutan bagi kader setelah melaksanakan dua kegiatan utamanya, tentu saja upaya ini kami lakukan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan  orang terduga TBC yang enggan mendatangi  Fasyankes secara langsung.

Antar-Jemput dahak dilakukan oleh kader MSI Kab. Brebes kepada orang terduga TBC, dengan cara kader meninggalkan Pot Dahak kepada orang terduga TBC untuk kemudian diisi dahaknya oleh mereka, dan keesokan harinya kader akan mengambil Pot Dahak yang sudah terisi dan membawanya ke Fasyankes untuk diperiksa, sehingga orang terduga TBC tidak perlu mendatangi Fasyankes secara langsung.

Mengapa cara ini efektif dilakukan untuk meningkatkan penemuan terduga TBC dan penemuan Kasus baru TBC. Karena daya minat orang terduga TBC untuk mendatangi Fasyankes secara langsung sangatlah rendah, dan jika akhirnya mereka bersedia mendatangi Fasyankespun tetap saja hal tersebut membutuhkan waktu yang lama, bisa lebih dari satu minggu sejak kunjungan kader, sedangkan metode Antar-Jemput Dahak apabila fokus dilakukan maka selain menghemat / efesiensi waktu, tentu saja hal ini efektif digunakan agar kita tidak kehilangan orang terduga TBC. Kemudian, dengan metode seperti ini terbukti meningkatkan minat dan kesadaran dari kontak serumah ataupun kontak erat Kasus TBC untuk memeriksakan dahaknya, karena mereka hanya menitipkan dahak saja kepada kader, tidak perlu transport, tidak perlu antri, dan tetap bisa bekerja.

Terhitung sejak Januari – September ada sekitar  2.108 orang terduga TBC yang berhasil kami periksakan dahaknya ke Fasyankes, dan dari 2.108 terduga TBC yang diperiksakan ada sejumlah 485 Kasus TBC baru yang ditemukan. Dari jumlah tersebut diatas hampir 80%nya kami dapatkan dengan metode Antar-Jemput Dahak, sementara 20% lainnya dari orang terduga TBC yang mendatangi Fasyankes secara langsung. Data tersebut menunjukan bahwa metode Antar-Jemput dahak cukup efektif jika digunakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan penemuan terduga dan kasus TBC baru.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top