RE-VISIT; SEBUAH UPAYA EKSPLISIT PUTUS MATA RANTAI TBC DI KABUPATEN KARANGANYAR

(Jumat/15 Oktober 2021) Sampai dengan September 2021, Indonesia terus meningkatkan upaya untuk melakukan pemberantasan penyakit TBC terlebih di masa pandemi ini, termasuk di dalamnya yakni Kabupaten Karanganyar. Sebagai sebuah Kabupaten di wilayah Jawa Tengah, Karanganyar bergerak aktif dalam upaya memutus mata rantai TBC. Melalui SSR Mentari Sehat Indonesia (MSI) Karanganyar yang dikomandoi oleh Shubuha Pilar Naredia, M.Si. bersama rekan-rekan kadernya, bergeraklah sekelompok relawan secara aktif dalam kegiatan yang ditujukan untuk memutus mata rantai TBC di Kabupaten Karanganyar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar serta puskesmas di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Program pencegahan TBC yang sedang berjalan dilakukan oleh SSR MSI Karanganyar melalui berbagai upaya promotif maupun preventif sekaligus tetap dengan memberikan perhatian pada aspek pengobatan dan rehabilitatif yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, mengurangi kesakitan, mortalitas atau kematian, sekaligus mencegah penularan dan dampak negatif lain yang disebabkan TBC. Dalam ronde NIP pada program GF-ATM (Global Fund-Aids, Tuberculosis, and Malaria), telah dilaksanakan kegiatan Investigasi Kontak (IK) sebagai strategi untuk menemukan kasus baru TBC. Hal ini dikarenakan IK sebagai sebuah pendekatan baru, namun hasil temuan kasus yang diperoleh belum sepenuhnya memberikan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya akselerasi yang dilakukan untuk meningkatkan temuan kasus selain menggunakan strategi Investigasi Kontak (IK), salah satunya melalui kegiatan penyuluhan oleh kader.

Penyuluhan ini dikemas dengan pendekatan kunjungan ulang (re-visit) base on IK, sehingga kader dari SSR MSI Karanganyar akan melakukan penyuluhan di lingkungan penderita TBC sebagai follow up dari kegiatan IK yang sudah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini berfokus pada upaya melakukan kunjungan ulang kepada para terduga TBC yang berada di lingkungan tempat tinggal pasien TBC dengan harapan dapat menemukan pasien TBC baru pada para terduga TBC yang memenuhi syarat rujukan untuk diperiksa. Kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 01 Oktober 2021 sampai dengan 15 Oktober 2021 ini berfokus pada upaya memaksimalkan peran kader dalam melakukan community outreach tentang TBC. Di samping itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TBC-HIV di daerah yang berindeks kasus juga menjadi misi tersendiridengan diadakannya kegiatan ini. Penyuluhan atau edukasi TPT (Terapi Pencegahan Tuberculosis) khususnya bagi keluarga yang memiliki balita dan serumah dengan pasien TBC juga tak ketinggalan dilakukan. Penyuluhan selama 15 hari dengan melibatkan 9 orang kader di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gondangrejo, Jaten, Karanganyar, Karangpandan, dan Mojogedang ini dilakukan dengan strategi ketuk pintu kunjungan ulang (re-visit) sebagai upaya dalam optimalisasi penemuan pasien TBC baru pada lingkungan pasien TBC yang memenuhi syarat rujukan untuk diperiksa. Dari hasil penyuluhan, didapatkan sejumlah 231 orang masyarakat yang teredukasi TBC dengan ditemukannya suspect TBC sebanyak 51 orang dengan 2 kasus baru ternotifikasi, serta balita yang berhasil mendapatkan TPT sebanyak 4 orang.

 

(Efika Nurul Setyoutami)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top