23 Agustus 2023 Cegah Penyebaran dan Penanganan TBC, MSI Gelar Diskusi Lintas Sektoral di Kabupaten Karanganyar

MERCUSUAR.CO, Karanganyar – Penanganan dan penanggulangan penyakit TBC menjadi salah satu perhatian serius diseluruh lapisan masyarakat. Hal inilah yang saat ini menjadi konsen dari Mentari Sehat Indonesia (MSI) sebagai kelompok masyarakat yang konsisten terhadap penyakit TBC di Karanganyar. Perlunya perhatian serius bagi seluruh sektor pemerintah inilah yang melatarbelakangi digelarnya Diskusi Lintas Sektoral melalui Jejaring Distrik Publik Private Mix (DPPM) di Hotel Indah Palace Tawangmangu, selama dua hari (22-23) Agustus 2023.

Efitya Fitria Istifarin selaku Manajer Kasus MSI Karanganyar mengatakan, sejauh ini MSI sebagai mitra Dinas Kesehatan turut berperan aktif dalam melakukan pelacakan kasus pasien TBC. Sebab, dari data lapangan menyebutkan masih adanya kasus pasien TBC yang putus pengobatan. “Ada banyak faktor alasan pasien putus pengobatan, salah satunya jarak lokasi pengobatan dan durasi 6 bulan pengobatan yang tidak boleh putus serta ada kemungkinan pasien yang pindah pengobatan maupun domisili,” ujarnya saat diskusi berlangsung.

Peran MSI dalam kasus ini adalah memberikan pemahaman agar pasien TBC bersedia melakukan pengobatan kembali serta melakukan pendampingan pengobatan pada pasien hingga sembuh. Ketua Yayasan MSI Karanganyar Shubuha Pilar Naredia menambahkan, Diskusi Lintas Sektoral dilakukan sebagai bentuk monitoring dan evaluasi dalam melihat kondisi analisa situasi TBC Kabupaten Karanganyar serta perkembangan jejaring DPPM dan kaitannya dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan terkait indikator TBC.

Berbagai pemangku kepentingan lintas sektor hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Komisi D DPRD Karanganyar, Baperlitbang, Dipermades, Kesbangpol, Diskominfo, Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Dinas Kesehatan, KOPI TB, perwakilan Faskes, dan Forum Jurnalis Karanganyar (FJK). “Narasumber Nasional dan wilayah dihadirkan untuk mengisi materi dalam pertemuan ini. Salah satunya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” sebutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmah Nur Hayati, SKM. MKM. selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, angka penemuan kasus TBC harus ditingkatkan. Terlebih logistik catrid TCM untuk pemeriksaan TBC saat ini sudah tersedia di provinsi. Menurut Nur Hayati, penyakit TBC merupakan penyakit yang penularannya sangat mudah dan cepat, sehingga membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penunggalangannya. Peran Dokter Praktek Mandiri (DPM), Klinik, dan Rumah Sakit Swasta sangat dibutuhkan kehadirannya dalam melengkapi Faskes pemerintah sebagai pintu awal penemuan terduga (suspek) TBC.

“Pencatatan dan pelaporan suspek TBC harus tertib dilakukan untuk melakukan pemetaan kasus TBC serta pengawasan dalam proses pengobatan hingga sembuh,” tandasnya.

Menurutnya, proses pengobatan yang cukup lama sekitar 6 bulan membuat beberapa pasien menghentikan pengobatan secara sepihak tanpa keterangan. Pasien putus pengobatan harus segera ditemukan karena beresiko menularkan kepada orang lain yang kontak dengannya. Terlebih apabila pasien tersebut tetap beraktivitas tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, periode Januari hingga Juli 2023 ditemukan kasus TBC sebanyak 487. Dari data kasus tersebut, 101 diantaranya adalah kasus TBC anak.

Sementara itu, dukungan penanganan dan penanggulangan TBC juga datang dari Sujito selaku Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar yang mengatakan bahwa akan diusulkan penambahan anggaran untuk program TBC karena dirasa membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih dari pemerintah daerah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top